Category Archives: Informasi Out Door

Tips Lari Uphill dan Downhill

Dalam melakukan segala hal, kita harus berhati – hati dalam melakukan segala hal, termasuk ketika melakukan Uphill dan Downhill dalam berlari. Memang banyak manfaat yang bisa didapatkan dari olahraga yang satu ini, namun resiko cidera akan selalu mengintai kita jika tidak berhati – hati dalam melakukannya.

Ketika berlari mendaki dan menuruni tanjakan akan memberikan beban pada bagian otot, persendian, juga tulang dengan beban yang berbeda jika dibandingkan dengan melakukan lari pada lintasan datar. Otot – otot yang ada pada tubuh akan bekerja dengam menghadapi beban secara berbeda.

Sebab itu, kami akaan memberikan tips untuk melakukan lari Uphill dan Downhill dengan baik.

Tips Uphill dan Downhill Agar Selamat

1.Cukup Mileage

Kegiatan menaiki dan menuruni tanjakan dipercaya bisa meningkatkan beragam kemampuan, namun untuk yang ingin mencoba melakukan ini janganlah terburu – buru untuk melakukan kegiatan ini. Cobalah awali dengan berlari di lintasan yang aman selama beberapa bulan, jangan paksakan tubuh untuk langsung mencoba medan yang sulit. Pastikan jarak tempuh yang ada cukup.

Mileage yang cukup dapat memastikan kalau pelari sudah memiliki otot yang kuat, terlatih, dan juga memiliki kemampuan aerobic yang mumpuni.

2.Sepatu dengan Sol Keras

Pada umumnya banyak orang yang lebih menyukai menggunakan sepatu dengan sol yang empuk. Hal ini karena sepatu jenis ini nyaman dipakai dan juga dapat mengantarkan kaki untuk beradaptasio dengan aspal atau lintasan.

Namun jika digunakan untuk berlari menanjak dan menurun, pelari membutuhkan sepatu yang kokoh dan stabil. Sepatu yang memiliki sol empuk tidak cukup stabil ketika digunakan untuk melakukan kegiatan ini. Selain itu sepatu itu kurang responsif saat berlari mendaki tanjakan bahkan mudah membuat penggunanya tergelincir saat digunakan pada lintasan yang menurun.

3.Lakukan Bertahap

Bertahap yang dimaksudkan adalah lintasan yang digunakan, seperti tingkatan kecuraman pada lintasan lari yang akan dipilih. Lintasan yang memiliki perbedaan evalasi antara 20 m setiap 1 KM dapat dirasa masih aman untuk para pelari kasual atau masih merupakan pemula.

Tingkat kecuraman, jenis permukaan, jarak, dan juga kecepatan merupakan kombinasi yang pasti akan ditemukan pada kegiatan lari Uphill dan Downhill. Komposisikan kombinasi ini sesuai dengan kemampuan, jangan paksakan.

4.Perhatikan Cara Berlari

Ketika berlari, jangan gugup dan juga jangan menganggap remeh lintasan yang ada. Saat sedang menanjaki lintasan Uphill, kita memiliiki kesempatan juga kuasa untuk dapat melakukan penyesuaian diri. Lalu ketika sedang uphill atau menanjak, pastikan tubuh agar tetap condong ke depan, dan bukan membungkukan sebagian badan, karena tanjakan kerap kali membuat pelari menunduk dan melihat ke bawah. Cara ini dapat membantu dalam melakukan pernafasan dengan baik dan lari menjadi lebih ringan.

Usahakan untuk melakukan pernafasan dari mulut dan keluarkan juga dari mulut. Jangan tegesa – gesa dan pastikan ritme pada tiap tarikan nafas pada 2 – 3 langkah. Nantinya dengan sendirinya nafas akan semakin terasa intens ketika lintasan semakin menanjak.

Gunakan juga ayunan lengan untuk bisa meningkatkan efisiensi dalam berlari. Pastikan tangan bergerak disekitar bagian pinggang, bukan hampir menyentuh bagian ketiak.

Meski terkesan lebih ringan, jangan sepelekan downhill. Berlari downhill akan menuntut pelari untuk bisa berkonsentrasi, menjaga keseimbangan, dan juga koordinasi yang baik. Lakukan dengan menjaga foot strike dan menghindari heel strike yang akan memberikan efek mengerem sekaligus membebani.

5.Cooling Down dan Stretching

Terakhir adalah lakukan pendinginan dan penguluran, jangan sepelekan hal ini karena bisa menjadi obat generic terbaik.

Itulah beberapa tips mengenai berlari Uphill dan Downhill. Semoga bermanfaat!

Tips Melakukan Surfing!

Surfing merupakan kegiatan yang asik dilakukan jika memang sudah mahir melakukannya. Jika kamu pergi liburan ke Bali, Lombok, atau Sumbawa dan mengunjungi pantai – pantainya, kamu dapat melihat para peselancar yang sedang asik bermain – main di tengah ombak. Ombak yang tinggi dan didukung dengan pemandangan yang indah, membuat para peselancar ini menganggap Indonesia sebagai surganya para peselancar.

Melihat mereka melakukan beragam aksi yang menantang, pasti membuat kamu ingin melakukan hal yang sama bukan? Tapi olahraga satu ini masuk ke dalam olah raga yang ekstrem. Membutuhkan kemampuan dan mengetahui teknik yang benar untuk bisa melakukannya.

Sebelum melakukan surfing, ada baiknya kita untuk mengetahui tentang tips berselancar untuk para pemula. Berikut tipsnya untuk kamu.

Tips Melakukan Surfing Bagi Pemula

1.Bisa Berenang

Jika kamu ingin melakukan surfing, pastikan kamu bisa berenang, ya! Karena sebagian besar aktivitas ini berkaitan dengan teknik berenang. Kalau kamu ingin melakukannya tapi tidak bisa berenang, setidaknya pelajari terlebih dahulu teknik – teknik berenang. Mulai dari mengambang, berenang, hingga gaya bebas.

Lalu sebaiknya sebelum mencoba untuk mengayuh papan selancar ini di laut bebas, ada baiknya untuk mencobanya di pantai yang aman serta memiliki ketinggian ombak yang sedang.

2.Pemanasan

Sebelum memulai latihan selancar, lakukanlah pemanasan terlebih dahulu. Pemanasan dapat membuat otot menjadi lemas dan menghindari terjadinya keram, terutama untuk bagian kaki dan tangan.

Pastikan kamu melakukan pemanasan dengan benar. Jika tidak melakukannya dengan baik, takutnya otot bukannya lemas malah menjadi keram saat sedang melakukan pemanasan.

3.Latihan Mendayung

Selain latihan berenang seperti melakukan gaya bebas dan berenang di lautan, kini cobalah untuk berlatih mendayung di atas papan. Biasanya para peselancar melatihnya di pinggir pantai sebelum mencoba berselancar di lautan. Lakukan ini dengan cara telungkup di atas papan.

Pastikan tubuh kamu merasakan nyaman dan berada pada posisi yang pas. Jika sudah, gunakan kedua tangan untuk melakukan gerakan mendayung. Gerakkan tangan dalam air yang kuat sambil menutup jari – jari tapat. Jangan lakukan dengan terburu – buru saat mendayung, lakukanlah dengan gerakan yang santai.

Ketika mendayung, jangan lupa untuk mengaitkan tali yang ada pada board agar kamu tidak terbawa arus ombak saat jatuh dari papan.

4.Lakukan Latihan Duck Diving

Saat sudah dapat melakukan beberapa latihan yang ada di atas, kini cobalah latihan gaya duck diving atau biasa disebut gaya bebek. Ini merupakan gaya yang akan memungkinkan kamu untuk mengayuh keluar saat melewati ombak.

Tujuannya adalah untuk bisa menghindari kehilangan stamina saat terus menerus terhantam ombak. Kamu harus bisa fokus untuk bisa menguasai gerakan ini. Jangan terlalu panik saat dihantam ombak, pastikan posisikan tubuh berada pada atas papan senyaman mungkin.

5.Latihan Berdiri, Kendarai Ombak, dan Kenal Etiket Berselancar.

Berdiri pada atas papan tidak semudah yang dilihat, kamu harus bisa mengendalikan keseimbangan tubuh dan juga pandangan mata fokus ke depan. Mulai denhan memindahkan tangan dari posisi mendayung, lalu posisikan tangan pada atas dada secara perlahan untuk mendorong tubuh ke atas. Lakukan ini dengan cepat agar tidak mudah terjatuh.

Setelah itu kendarai ombak, kenali karakteristik ombak dulu sebelum mengendarainya. Kalau ombak miring, terapkan teknik mengayuh agar tetap ada di depan ombak. Tapi jika ombak itu ekstrem, ikutilah dropline palung datar gelombang. Karena kemungkinan ombak ini akan menghempaskan para peselancar secara acak.

Kenalilah etika dalam surfing, patuhi aturan yang harus peselancar atuhi. Seperti sikap berselancar saat mendayung pada arah ombak. Pada kondisi tersebut, hanya para peselancar yang dekat ombak yang boleh mendekatinya.

Itulah beberapa tips dalam berselancar, semoga membantu!

Cara Menyelam untuk Pemula

Ingin mencoba melakukan Scuba Diving? Sebelum melakukannya, coba baca dulu artikel kami berikut ini.

Tahukah kamu kalau Scuba-diving tidak bisa dilakukan dengna asal menyelam begitu saja? Karena untuk melakukan kegiatan ini kamu butuh melalui pelatihan khusus terlebih dahulu. Kenapa seperti itu? Karena pada saat tubuh kita menyelam di bawah air, hangat pada tubuh akan 20 kali lebih cepat hilang dari pada saat kita berada di darat. Hal ini membuat kita memerlukan isolasi yang cukup agar dapat menyelam dengan aman dan nyaman.

Berikut ini adalah beberapa tips untuk para Diver pemula untuk melakukan Scuba Diving.

Tips Dasar Scuba Diving

1.Melakukan Prosedur Entry dengan Baik

Proses untuk masuk ke air atau Entry merupakan proses dimana biasanya penyelam amatir akan merasa takut namun senang. Proses ini dapat dikatakan gampang – gampang susah. Hal ini bisa dilakukan dengan beberapa cara, yaitu dengan memasang Scuba Dive di air atau melompat sambil menggunakan Scuba pada tubuh. Namun untuk para pemula, di sarankan untuk memasang alat tersebut di air.

2.Ikuti Arahan Instruktur

Sebelum melakukan Scuba, kamu akan diberikan instruksi lengkap mengenai bagaimana cara dasar dari menyelam. Dimulai dari cara untuk menggunakan masker oksigen, sampai cara untuk melihat seberapa kadar oksigen yang tersisa yang ada di dalam tabung. Mungkin ini memang terdengar sedikit membosankan, namun sangatlah penting untuk didengarkan. Jika kurang paham mengenai penjelasan yang diberikan, jangan segan untuk bertanya.

3.Pilih Perlengkapan yang Pas

Modal utama untuk menjelajah di bawah laut adalah perlengkapan Diving yang pas. Perlengkapan ini sangatlah penting terutama bagi kamu yang masih seorang pemula. Jika nantinya air masuk kedalam masker kamu, tentunya hal ini akan membuat rasa tidak nyaman juga panik ketika masih berada di bawah air.

Kamu harus memastikan kekencangan dari kacamata saat sedang fitting atau mencoba alat, coba menunduk, apakah kacamata tersebut akan terasa lebih longgar. Lalu jangan lupa untuk mengencangkannya sebelum memasuki air.

Kalau nantinya air sudah terlanjur masuk ke dalam masker, angkat sedikit kepala, buka masker, dan hembuskan air yang masuk dengan hidung secara cepat. Sebaiknya lakukan dulu latihan sebelum benar – benar melakukan diving.

4.Lakuka Pergerakan Tubuh dan Pernafasan dengan baik

Faktor penting lain ketika menyelam adalah jangan menahan nafas saat berada di dalam air. Terkadang secara tidak sadar mungkin kamu akan menahan sedikit nafas ketika menghembuskan nafas melalui mulut.

Sebenarnya hal ini sangatlah berbahaya karena dapat menimbulkan kecelakaan pada bagian paru – paru. POsisi badan juga akan sangat memengaruhi penyelaman sampai daya apung di dalam air. Pastikan badan kamu berada pada posisi yang senyaman mungkin untuk dapat melakukan pergerakan, jangan juga terburu – buru karena tidak ada yang perlu untuk diselesaikan saat sedang penyelaman pemula. Selain itu juga lakukan pergerakan tangan/ kaki dengan benar agar bisa menghasilkan tenaga yang kuat dan tidak cepat lelah.

5.Ingat gerakan Isyarat tangan

Selama di dalam air kamu tidak dapat berbicara, oleh karenanya isyarat tangan menjadi media berkomunikasi saat sedang berada di bawah laut. Jadi kamu harus menghafal dengan baik isyarat yang ada, karena jika salah memahami bisa fatal akibatnya.

6.Sesuaikan telinga dengan tekanan air.

Penyesuaian ini dilakukan dengan cara menutup lubang hidung lalu keluarkan udara lewat hidung dengan tangan yang masih menutup hidung. Bisa juga dilakukan dengan hanya menelan ludah. Sering – sering lakukan ini meski keadaan telinga tidak merasa tertekan.

Nah itu adalah beberapa tips melakukan Scuba Divng. Ingat kamu harus lulus uji sertifikasi terlebih dahulu sebelum melakukan olah raga ini.

Cara Aman Bermain Flying Fox

Ketika kita sedang berwisata di alam, biasanya ada wahana outbound yang menarik untuk dimainkan. Salah satu wahana yang biasa selalu ada di Outbound adalah Flying Fox. Flying Fox merupakan salah satu media bermain di alam terbuka yang akan membawamu meluncur dengan bantuan tali membentang dan biasanya dilakukan di ketinggian tertentu.

Permainan ini dapat dikatakan everlasting, jadi hingga kini masih mudah untuk bisa menemukan Flying Fox di berbagai tempat wisata. Bermain Flying Fox memanglah asik, namun kamu harus juga memperhatikan standar keamanan yang telah pihak pengelola tetapkan. Berikut ini adalah beberapa tips untuk bermian Flying Fox agar kamu bisa tetap aman selagi bersenang – senang.

Bermain Flying Fox

Kamu perhatikanlah terbuat dari apa konstruksi lokasi awal mulai hingga selesai. Idealnya adalah terbuat dari besi dengan 4 tiang penyanggah yang masing – masingnya telah dilengkapi dengan penyeimbang kekuatan bangunan dari konstruksi tersebut.

Sedangkan jika terbuat dari kayu, lihatlah apakah kayu tersebut sudah lapuk atau semacamnya. Karena dikhawatirkan akan terjadi hal yang tidak diinginkan saat kamu tidak memperhatikan detail ini.

Arena Flying Fox yang aman adalah yang dimana ia memiliki dermaga atau lokasi mulai dan selesai cukup luas. Gunanya adalah untuk mengatur antrian pemain, jadi ada batas yang tegas juga jelas diantara area antri dengan area luncurnya.

Saat pemain sudah berada di dalam kawasan area antrinya, para staff bisa memasangkan alat pelingdung diri yang berupa pengaman tubuh berupa harness. Ada juga pengaman untuk kepala berupa safety helmet. Bahkan jika dibutuhkan, pasangkan juga sarung tangan.

Saat sudah memasuki arena luncur, para staff harus memasangkan tali pengaman yang disangkutkan kepada harness yang sudah terpasang pada tubuh pemain, lalu disusul dengan tali luncur. Saat pemain sudah siap meluncur tali pengaman ini akan dilepaskan.

Ada 2 tali baja yang digunakan untuk lintasan, yaitu lintasan utama dan untuk pengaman pada samping atau bagian atasnya. Hal ini untuk mencegah terjadinya free fall, yaitu dimana pemain terjatuh bebas, jadi masih ada satu tali lainnya yang menyelamatkan.

Ketika sudah sampai di finish, staff akan kembali memasangkan tali pengaman yang dipasangkan pada harness sebelum akhirnya melepaskan seluruh pelindung diri yang ada di tubuh pemain.

Perhatikan sistem pemberhentian yang digunakan. Apakah sistem ini digunakan untuk bisa mengontrol laju peluncuran dan juga memberhentikannya.

Dasarnya ada 2 cara yang bisa digunakan, yaitu pemberhentian dari atas, dan pemberhentian dari bawah. Untuk yang dari atas laju luncuran bisa diatur sedemikian rupa oleh staff, sedangkan untuk yang dari bawah pemain akan diberhentikan secara perlahan sampai akhirnya menuju lokasi akhir.

Untuk kamu yang masih ragu dengan keamanan yang ada di wahana tersebut, sebaiknya jangan bermain. Tetapi jika memang wahana yang ada di tempat wisata yang akan kamu kunjungi sudah memiliki standar keamanan yang baik, tidak ada salahnya untuk mencoba salah satu permainan yang cukup menantan adrenalin ini.

Jadi apakah kamu tertarik untuk mencoba memainkan Flying Fox? Pada awalnya memang mungkin ragu, tapi permainan Flying Fox ini jika sudah dilakukan, biasanya akan membuat ketagihan dan semakin ingin lagi memainkannya. Karena sensasi yang diberikan berbeda dari bermain permainan biasanya.

Semoga informasi yang kami berikan bermanfaat bagi kamu semua yang ingin mencoba memainkan flying fox.

Tips Melakukan Lari Pagi

Kegiatan lari pagi merupakan salah satu olahraga tersimple yang bisa dilakukan orang – orang sibuk. Hanya dengan melakukan lari pagi selama 30 menit, sudah merupakan hal yang lebih dari cukup. Tetapi kalau selama 30 menit itu kamu tidak melakukannya dengan benar, hal itu malah membuang waktu dan hanya menghabiskan tenaga saja.

Oleh karena itu banyak orang yang enggan melakukan lari pagi karena dianggap hanya untuk membuat lelah. Supaya lari pagi kamu bisa menjadi efektif, berikut ini adalah 6 cara untuk lari pagi dengan tepat.

Cara Lari Pagi

1.Sarapan Sebelum Lari Pagi

Biasanya lari pagi akan sangat menguras tenaga, jadi kamu harus mempersiapkan kondisi tubuh agar tidak pusing dan lesu saat sedang berolahraga. Cara paling ampun untuk menambah tenaga adalah dengan cara menambah asupan pada tubuh dengan makan sarapan.

Jika kamu tidak menyukai sarapan nasi, maka cobalah untuk makan karbohidrat lain seperti roti atau sereal. Bisa juga makan buah – buahan yang ditambahkan dengan menu sarapan kamu.

2.Lakukan Pemanasan Sebelum Memulai

Pastinya tubuh kamu merasakan kaku karena semalaman beristirahat. Kalau kamu langsung mengajak tubuh untuk melakukan olahraga, kamu bisa dengan mudah untuk terserang keram saat sedang berlari.

Untuk bisa menghindari itu, lakukanlah pemanasan ringan. Seperti lakukan jumping jack 3-5 set atau lari di tempat agar otot pada tubuh terasa lemas. Sambil berlari di tempat, lakukan juga pergerakan dibagian tangan dan kepala agar seluruh tubuh siap. Lakukan juga stretching di lengan dan kaki.

3.Gunakan Outfit Lari yang Nyaman dan Tepat

Meski hanya melakukan lari pagi, tetap gunakan pakaian yang dapat membuat kamu nyaman dan juga pede. Apalagi jika setelah olah raga lalu keti kamu tampak basah dan membuat kamu tidak pede. Pastinya acara lari pagi kamu malahan dapat mengurangi mood kamu.

Jadi siapkan outfit yang cocok dengan lari pagi, pastikan juga gunakan sepatu yang dikhususkan untuk lari serta memiliki ukuran yang pas dan nyaman di kaki.

4.Lari Dengan Postur yang tepat

Untuk mendapatkan lari pagi yang efektif, kamu harus melakukannya dengan postur tubuh yang tepat. Jadi mulai perhatikan postur lari mulai sekarang.

Saat sedang berlari, jaga arah pandangan agar tetap lurus dan jangan lihat ke sepatu. Lemaskan pundak kamu dan juga posisikan tangan dengan santai pada sisi pinggang selama berlari, agar bagian pundak dan leher tidak pegal. Hindari untuk menapak dengan ujung jari kaki, karena itu akan mempercepat kamu lelah.

5.Buat Capaian Saat Berlari

Kamu hanya akan membuang waktu jika berlari tanpa tujuan. Meski ini hanya merupakan lari pagi biasa, pastikan kamu membuat tujuan pada setiap kegiatannya. Tentukan dimana kamu akan menyelesaikan lari pagi ini dan rute mana yang akan diambil.

Selain itu tentukan juga kecepatan lari seperti apa yang ingin kamu lakukan.Jangan lupa untuk mengukur kecepatan berlari kamu. Bisa dengan menggunakan smartwatch atau aplikasi pada smartphone.

6.Asupan Air Cukup

Saat melakukan lari pagi, jangan lupa untuk selalu membawa air dan sering – seringlah meminumnya. Karena itu pastikan untuk meminum air setidaknya 1 – 2 gelas sebelum tidur dan bawa botol air saat sedang melakukan lari pagi. Jangan sampai tubuh kekurangan cairan.

Jadi bagaimana? Tips yang kami berikan mudah bukan untuk diikuti agar lari pagimu menjadi lebih efektif dan lebih bermanfaat tentunya. Selamat berlari pagi!

Tips Melakukan Bungee Jumping untuk Pemula

Kini semakin banyak olahraga ekstrem yang menantang untuk dilakukan. Bagi mereka yang gemar memompa adrenalin, kegiatan ini candu untuk dilakukan. Salah satu olahraga ektrem yang populer adalah Bungee Jumping atau Bungy Jumping. Meski yang dilihat hanyalah orang – orang yang melompat dari ketinggian, ternyata banyak yang perlu untuk dipersiapkan untuk bisa melakukan kegiatan ini agar nantinya tidak berakibat fatal.

Kamu dapat melakukan Bungee Jumping ini dari tempat yang ketinggiannya beberapa ratus meter. Ada tali elastis yang akan diikatkan pada badan. Bagi kamu yang penasaran, perhatikan beberapa hal dibawah ini untuk menghindari hal fatal yang tidak diinginkan.

Persiapan Melakukan Bungee Jumping

1.Persiapan

Sebelum melakukan kegiatan ini, lebih baik cari dulu informasi penting mengenaik Bungee Jumping. Cari tahu bagaimana cara melakukan Bungee Jumping, bagaimana cara melakukannya dengan aman, dan juga dimana tempat untuk melakukan Bungee Jumping yang bagus. Hal ini sangat harus diperhatikan untuk bisa menghindari resiko buruk.

Carilah tempat yang sudah legal dan profesional. Pastikan juga sebelum melakukannya, kamu bertanya mengenai operasional, sejarah, peralatan, staf yang bertanggung jawab, dan lain sebagainya. Tidak apa banyak bertanya, ini semua demi keselamatan kamu.

2.Persiapkan Diri

Olahraga ekstrem ini membutuhkan persiapan yang cukup besar dan tidak bisa asal melakukannya. Kamu harus bisa mempersiapkan fisik dan mental kamu, akrena Bungee Jumping membutuhkan kebugaran dan juga keberanian yang luar biasa.

3.Persiapan Fisik

Untuk kamu yang memiliki riwayat penyakit jantung, olahraga satu ini tidak diperkenankan untuk Anda. Selain itu juga tidak direkomendasikan untuk kamu yang memiliki penyakit tekanan darah tinggi, epilepsi, pusing, kecelakaan tulang di tulang belakang, leher, dan kaki.

Bungee Jumping membutuhkan banyak perlengkapan yang melekat pada tubuh kita, jika memiliki cedera pada kaki, leher, atau tulang belakang akan mempersulit kamu dalam melakukan Bungee Jumping karena akan ada tekanan yang tercipta pada anggota tubuh. Hal ini akan sangat membahayakan kamu dan menyebabkan anggota tubuh tersebut menjadi semakin cedera.

4.Persiapan Mental

Pastikan mental kamu siap sebelum melakukan Bungee Jumping ini. Bagi kamu yang memang takut akan ketinggian, sangat tidak disarankan untuk melakukan olahraga ini. Selalu berpikiran positif dan juga jangan berpikir negatif tentang apa yang akan terjadi. Hal ini dilakukan agar mental menjadi lebih siap dan kamu dapat melompat sesuai dengan yang diharapkan.

5.Pahami Perlengkapan

Pahami apa saja yang dibutuhkan dalam melakukan Bungee Jumping ini, seperti perlengkapan badan dan kaki. Perlengkapan di badan memungkinkan untuk bergerak dengan mudah dan juga berputar sepenuhnya. Perlengkapan di bagian kaki melekat di kedua pergelangan kaki dan harus memiliki perlengkapan pengganti.

6.Pelaksanaannya

Periksa pemasangan alat sebelum meloncat dan pastikan alatnya sudah terpasang dengan benar. Jika dirasa pemasangannya kurang tepat, segera tanyakan pada petugas, ini agar tidak membahayakan diri kamu.

7.Perhatikan Pakaian

Pastikan kamu menggunakan pakaian yang nyaman dan jangan gunakan celana yang terlalu ketat dan terlalu longgar. Pastikan baju kamu telah masuk ke dalam celana. Pakai sepatu yang tidak menutupi pergelangan kaki, karena akan mengganggu sambungan perlengkapan di bagian kaki. Jangan juga gunakna highheels serta rok. Jika rambut kamu panjang, ikatlah agar tidak tersangkut atau malah memukul wajah kamu sendiri.

Nah itulah beberapa tips melakukan Bungee Jumping bagi kamu yang pemula. Ingat untuk sellau memperhatikan instruksi dengan baik dan semoga informasi ini bermanfaat untuk kamu semua.

Tips Camping Untuk Pemula

Kamu baru pertama kali camping? Atau baru ingin merencanakan camping? Bingung harus membawa apa dan apa saja yang perlu untuk dipersiapkan?

Biasanya mereka yang baru pertama kali akan pergi camping saat hendak mempersiapkan hal yang akan dibawa, masih ragu apakah semua barang yang dibawa diperlukan, atau malahan barang yang sudah ada di dalam tas masih belum cukup untuk keperluan berada di alam liar? Belum lagi nanti pemilihan lokasi yang tidak selalu sesuai dengan rencana.

Oleh karena itu, kami membuat artikel ini untuk Anda yang berencana melakukan aktivitas outdoor seru satu ini. Tujuannya adalah agar Anda yang masih merupakan pemula, akan bisa merasakan seru dan asiknya melakukan aktivitas camping di alam terbuka.

Inilah tips camping bagi pemula untuk dijadikan referensi dalam kegiatan camping.

Tips Camping

1.Ajak Teman

Untuk pergi camping, usahakan kamu memiliki 2-3 orang bersama dengan kamu. Hal ini merupakan suatu hal yang wajib sitaati karena berhubungan dengan standar keselamatan. Gunanya untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan. Jadi jika terjadi sesuatu, maka anggota camp yang lain akan membantu.

Seperti misalnya seseorang terkena luka bakar saat sedang membakar santapan, yang lain dapat dengan sigap membantunya untuk menyembuhkan luka bakarnya.

2.Tentukan Lokasi yang Tepat

Kamu harus bisa memilih tempat mana yang terbaik untuk lokasi camping kamu. Terdapat banyak tempat camping ground yang berada di daerah Cibubur, Jakarta, Bogor, Bandung, dan tempat – tempat wisata lainnya yang bisa Anda coba.

Salah satu yang bisa Anda jadikan pilihan adalah tempat camping yang berada di Cibodas. Tempat ini terletak di kaki gunung dan memiliki suasana yang sepi juga alami. Terdapat danau, jungle track, hutan, pohon yang tinggi, air terjun, dan banyak hewan yang berada di tempat ini. Bahkan kamu bisa melihat elang dan tupai, hewan yang jarang di temui di kota besar.

3.Tentukan Lama Waktu Camping

Hal ini penting karena jangan sampai Anda tidak merencanakan kapan camping ini selesai. Karena hal ini berhubungan dengan seberapa banyak barang yang akan kamu bawa untuk camping nantinya. Jika kamu sudah menentukan waktu camping, maka kamu bisa menghindari kekurangan pembawaan logistik dari rumah.

4.Siapkan Peralatannya

Selanjutnya siapkan peralatan camping yang dibutuhkan! Biasanya yang dibutuhkan adala Tenda, Sleeping Bag, dan Matras, Hal ini adalah peralatan dasar yang kamu butuhkan untuk berkemah.

Untuk Tendanya, disarankan untuk membawa yang praktis namun tetap nyaman juga kuat. Besar kecilnya silahkan sesuaikan dengan kebutuhan, yang terpenting adalah tenda tersebut anti air agar terbebas dari bocor saat hujan.

Sleeping bagnya cukup ukuran yang standar saja. Yang paling penting adalah sleeping bag tersebut dapat membuat kita tidur nyaman di malam hari dan menghangatkan tubuh dari udara dingin.

Sedangkan matras, biasanya merupakan matras yang terbuat dari bahan yang empuk.

5.Penglengkapan Logistik

Bawalah perbekalan sesuai dengan yang dibutuhkan dengan lamanya kamu akan berkemah. Kamu bisa membawa beberapa perbekalan, seperti nasi, makanan kecil, air minum, pisau kecil, korek api, sepatu hiking, ransel, lampu senter, baju, baju hangat, kaos kaki, alat mandi, sarung tangan,alat masak, topi hangat, P3K, dan juga obat – obatan pribadi.

Jangan sampai kamu membawa semua barang – barang yang sebenarnya tidak diperlukan untuk camping. Hal ini hanya akan memberatkan barang bawaanmu saja.

6.Buat Rencana Kegiatan

 Terakhir adalah perkirakan kegiatan apa yang akan kamu lakukan selama melakukan kegiatan ini. Jadwal ini sangatlah penting untuk di susun, karena hal ini akan membantu camping menjadi berjalan dengan sempurna. Buat dari saat waktu keberangkatan, hingga waktu kamu pulang ke rumah.

Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan saat camping seperti acara masak – masak, bercerita sambil mengelilingi api unggun, baberque, menjelajah ala, foto, dan masih banyak kegiatan lain yang bisa dilakukan saat camping.

Jadi bagaimana? Sudah yakin untuk pergi camping?